Hai saudara, saudaraku semua
Hidupmu itu, tidaklah lama
Sekadar waktu … sekadar usia
Sampai waktunya … pulanglah jua
Tahukah saudara… iman itu apa?
Dia itu … Ialah, yang ada di dada
Di sanalah dia … dengan kadarnya
Naik turun dia … tiada tetapnya
Iman itu … pemberian Tuhannya
Kepada makhluk-Nya… yang sudi percaya
Percaya kepada-Nya … percaya kuasa-Nya
Percaya hal dunia … percaya hal akhiratnya juga
Percaya malaikat … percaya Rasul-Nya
Percayakan kitab … yang dibawa bersama
Percaya yang hidupnya, ditentukan oleh-Nya
Ditentukanlah oleh-Nya, yang mengetahui semuanya
Nipislah iman … adalah bahaya
Bahaya dirinya… bahaya hidupnya
Berpeluanglah iblis … bersama tenteranya
Menggempur habis … hingga ke akarnya
Nipis iman … tipislah perisainya
Bagi sang iblis … taklah jadi apa
Ringanlah kerjanya … ringanlah tenaga
Beberapa kerat sahaja … kan beres semua
Tidak perlu digempur… tidak perlu di apa
Satu jelingan … sudah cukup memada
Terlentuk habis… didakapan dada
Tersenyumlah lebarnya … tanda puasnya
Ditepuk belakang bahumu… tanda sahabatnya
Yang kelak nantinya… akan diperdaya
Iman mu itu …jika ditengahnya
Sama setimbang… samalah beratnya
Iblis perlu … bersiap siaga
Berjaga-jaga… dan berperanglah pula
Berperanglah iblis … dengan gayanya
Memerangi iman… yang sama kuatnya
Silap masanya … kan tewaslah dia
Iman pula… tersenyumlah bangga
Kalau tersilap… iman yang tewas
Keyakinannya tadi … menjadi was-was
Berebutanlah iblis … mengawal mengawas
Mengawal imanmu… tak akan di lepas
Duduk di sana… beradu keduanya
Berlawan-lawanan… berebutan pula
Dirimu merasa… tak menentu belaka
Mana di pilih… yang nak diberi kuasa
Iman yang tinggi,… sangatlah baiknya
Berdiri teguh… tersemat di dada
Iblis memandang … penuh curiga
Akan rayuannya… tiadalah berguna
Iman yang kuat… amatlah tingginya
Berdoalah malaikat… berdoalah semua
Akan kebaikannya… dibantu bersama
Keluhuran budinya… dialukan Tuhannya
Menguatkan iman… perlulah ilmunya
Bukannya mudah… bukan senangnya
Terkadang kita… perlu mencarinya
Terkadang pula… kita dihampirinya
Mencarinya pula … amatlah sukarnya
Sukar bertemu…sukar berjumpa
Sampai-sampai… menanggung sengsara
Hingga kesal… hingga berlinangan air mata
Iman yang tinggi itu… ialah pemberian-Nya
Dari Tuhanmu… yang Maha Kuasa
Setelah ujian-Nya… melanda di jiwa
Sabarmu itu… sampai ke hujungnya
Di sekian lamanya… di sekian payahnya
Maka berhaklah dirimu… memperolehinya
Jika ujian… melanda di jiwa
Bersabar dan patuhi… titah perintah-Nya
Biarpun dia… Begitu lamanya
Pasti akhirnya… kan dapat buahnya
Begitulah para rasul… dan para nabi-Nya
Diujilah mereka… dengan hebatnya
Bukanlah ujian… yang biasa biasa
Tapi, sangat hebatnya…. Sangatlah beratnya
Maka… tinggilah imannya, tinggilah darjatnya
Di sisi Tuhannya …tinggilah namanya
Di sebut selalu… di hadapan malaikat-Nya
Lalu…
manusia pun tahu, lalu mengakui akannya
Hebatnya pertalian… Dari sang Pencipta
Pencipta makhluk… dan yang diciptanya
Hubungan yang rapat… bersama ‘‘Talinya !’’
Diturunkan serentak… bagailah saudara
Sentiasa bersama… sentiasa bermesra
Al-Quran dan manusia… tiada pemisahnya
Sehinggalah nanti… sehinggalah kiamat tiba
Sebagai teman setia… sehati sejiwa
Ketahuilah, bahawa dia itu… di sisi kita
Sebagai imam…Ikutan kita semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar