Sabtu, 26 Maret 2011

TINGGKATAN IMANMU

Hai saudara, saudaraku semua

Hidupmu itu, tidaklah lama

Sekadar waktu … sekadar usia

Sampai waktunya … pulanglah jua

Tahukah saudara… iman itu apa?

Dia itu … Ialah, yang ada di dada

Di sanalah dia … dengan kadarnya

Naik turun dia … tiada tetapnya

Iman itu … pemberian Tuhannya

Kepada makhluk-Nya… yang sudi percaya

Percaya kepada-Nya … percaya kuasa-Nya

Percaya hal dunia … percaya hal akhiratnya juga

Percaya malaikat … percaya Rasul-Nya

Percayakan kitab … yang dibawa bersama

Percaya yang hidupnya, ditentukan oleh-Nya

Ditentukanlah oleh-Nya, yang mengetahui semuanya

Nipislah iman … adalah bahaya

Bahaya dirinya… bahaya hidupnya

Berpeluanglah iblis … bersama tenteranya

Menggempur habis … hingga ke akarnya

Nipis iman … tipislah perisainya

Bagi sang iblis … taklah jadi apa

Ringanlah kerjanya … ringanlah tenaga

Beberapa kerat sahaja … kan beres semua

Tidak perlu digempur… tidak perlu di apa

Satu jelingan … sudah cukup memada

Terlentuk habis… didakapan dada

Tersenyumlah lebarnya … tanda puasnya

Ditepuk belakang bahumu… tanda sahabatnya

Yang kelak nantinya… akan diperdaya

Iman mu itu …jika ditengahnya

Sama setimbang… samalah beratnya

Iblis perlu … bersiap siaga

Berjaga-jaga… dan berperanglah pula

Berperanglah iblis … dengan gayanya

Memerangi iman… yang sama kuatnya

Silap masanya … kan tewaslah dia

Iman pula… tersenyumlah bangga

Kalau tersilap… iman yang tewas

Keyakinannya tadi … menjadi was-was

Berebutanlah iblis … mengawal mengawas

Mengawal imanmu… tak akan di lepas

Duduk di sana… beradu keduanya

Berlawan-lawanan… berebutan pula

Dirimu merasa… tak menentu belaka

Mana di pilih… yang nak diberi kuasa

Iman yang tinggi,… sangatlah baiknya

Berdiri teguh… tersemat di dada

Iblis memandang … penuh curiga

Akan rayuannya… tiadalah berguna

Iman yang kuat… amatlah tingginya

Berdoalah malaikat… berdoalah semua

Akan kebaikannya… dibantu bersama

Keluhuran budinya… dialukan Tuhannya

Menguatkan iman… perlulah ilmunya

Bukannya mudah… bukan senangnya

Terkadang kita… perlu mencarinya

Terkadang pula… kita dihampirinya

Mencarinya pula … amatlah sukarnya

Sukar bertemu…sukar berjumpa

Sampai-sampai… menanggung sengsara

Hingga kesal… hingga berlinangan air mata

Iman yang tinggi itu… ialah pemberian-Nya

Dari Tuhanmu… yang Maha Kuasa

Setelah ujian-Nya… melanda di jiwa

Sabarmu itu… sampai ke hujungnya

Di sekian lamanya… di sekian payahnya

Maka berhaklah dirimu… memperolehinya

Jika ujian… melanda di jiwa

Bersabar dan patuhi… titah perintah-Nya

Biarpun dia… Begitu lamanya

Pasti akhirnya… kan dapat buahnya

Begitulah para rasul… dan para nabi-Nya

Diujilah mereka… dengan hebatnya

Bukanlah ujian… yang biasa biasa

Tapi, sangat hebatnya…. Sangatlah beratnya

Maka… tinggilah imannya, tinggilah darjatnya

Di sisi Tuhannya …tinggilah namanya

Di sebut selalu… di hadapan malaikat-Nya

Lalu…

manusia pun tahu, lalu mengakui akannya

Hebatnya pertalian… Dari sang Pencipta

Pencipta makhluk… dan yang diciptanya

Hubungan yang rapat… bersama ‘‘Talinya !’’

Diturunkan serentak… bagailah saudara

Sentiasa bersama… sentiasa bermesra

Al-Quran dan manusia… tiada pemisahnya

Sehinggalah nanti… sehinggalah kiamat tiba

Sebagai teman setia… sehati sejiwa

Ketahuilah, bahawa dia itu… di sisi kita

Sebagai imam…Ikutan kita semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar