Sabtu, 26 Maret 2011

HAKEKAT SEMBAHYANG

Berdiri menyaksikan diri
sendiri, kita bersaksi dengan
diri kita sendiri, bahwa tiada
yang nyata pada diri kita … hanya diri bathin (Allah) dan diri
zahir kita (Muhammad) adalah
yang membawa dan
menanggung rahasia Allah SWT. Hal ini terkandung dalam surat
Al-Fatehah yaitu : Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim,
Dal) Kalimat alhamdu ini diterima
ketika rasulullah isra ’ dan mi’ raj dan mengambil pengertian akan hakekat
manusia pertama yang
diciptakan Allah SWT. Yaitu :
Adam AS. Tatkala Roh (diri
bathin) Adam AS. Sampai
ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata
alhamdulillah artinya : segala
puji bagi Allah Apa yang di puji … . Adalah : zat (Allah) , Sifat (Muhammad),
Asma ’ (Adam) dan Af ’ al (Manusia): Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti : Menyembah, tapi suatu istiadat
penyaksian diri sendiri dan
sesungguhnya tiada diri kita itu
adalah diri Allah semata.Kita
menyaksikan bahwa diri kitalah
yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.
Dan tiada sesuatu pada diri kita
hanya rahasia Allah semata
serta.. tiada sesuatu yang kita
punya : kecuali Hak Allah
semata. Sesuai dengan firman Allah
dalam surat Al-Ahzab 72 Inna
‘ aradnal amanata ‘ alas samawati wal ardi wal jibal. Fa
abaina anyah milnaha
wa ’ asfakna minha wahamalahal insanu. Artinya : “ sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat
kepada langit, bumi dan gunung-
gunung tapi mereka enggan
menerimannya (memikulnya)
karena merasa tidak akan
sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya ” Dan karena firman Allah inilah
kita mengucap : “ Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar
Rasulullah” Yang berarti : Kita bersaksi dengan diri kita
sendiri bahwa tiada yang nyata
pada diri kita sendiri hanya
Allah Semata dengan tubuh zahir
kita sebagai tempat
menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai
dengan tanggal yang telah
ditentukan. Manusia akan berguna disisi
Allah jika ia dapat menjaga
amanah Rahasia Allah dan
berusaha mengenal dirinya
sendiri. Karena bila manusia dapat
mengenal dirinya, maka dengan
itu pulalah ia dapat mengenal
Allah. Hadits Qudsi… . “ MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU ” Artinya : Barang siapa mengenal
dirinya maka ia akan mengenal
Allah ALIF ITU ARTINYA : NIAT
SEMBAHYANG LAM ITU ARTINYA : BERDIRI HA ITU ARTINYA : RUKU ’ MIM ITU ARTINYA : DUDUK Perkataan pertama dalam
sembahyang itu adalah : Allahu
Akbar (Allah Maha Besar)
Perkata ini diambil dari
peringatan ketika sempurnanya
roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh
Adam AS. Adam AS. Pun
berusaha berdiri sambil
menyaksikan keindahan
tubuhnya dan berkata : Allahu
Akbar (Allah Maha Besar). Dalam sembahyang harus
memenuhi 3 syarat : 1. Fiqli (perbuatan) 2. Qauli (bacaan) 3. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu) Mengapa kita sembahyang
sehari semalam 17 rakaat : Adalah mengambil pengertian
sebagai berikut : Hawa, Adam, Muhammad, Allah
dan Ah 1. Ah Itu Menandakan Sembahyang Subuh
Rakaat Yaitu Zat Dan Sifat 2. Allah Itu Menandakan Sembahyang Zohor
Rakaat Yaitu : Wujud, Alam, Nur Dan Shahadat. 3. Muhammad Itu Menandakan
Sembahyang Asar
Rakaat Yaitu : Tanah, Air, Api, Dan Angin 4. Adam Itu Menandakan Sembahyang Maghrib
Rakaat Yaitu : Ahda, Wahda, Dan Wahdia 5. Hawa Itu Menandakan Sembahyang Isya
Rakaat Yaitu : Mani’ , Manikam, Madi, Dan Di MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT : Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :
Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah ( )
1. AH ( ) itu menandakan sembahyang
subuh.......” 2” rakaat yaitu … Zat dan Sifat 2. ALLAH itu menandakan
sembahyang Zohor “ 4” rakaat
yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat.
3. MUHAMMAD itu menandakan
sembahyang Asar “ 4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin.
4. Adam itu menandakan sembahyang Magrib “ 3” rakaat
yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia.
5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “ 4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI. MENGAPA KITA MENGUCAP
DUA KALIMAH SYAHADAT 9
KALI DALAM 5 WAKTU
SEMBAHYANG Sebab diri bathin manusia
mempunyai 9 wajah. Dua kalimah syahadat pada : 1. Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia) 2. Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH 3. Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA 4. Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD 5. Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD MENGAPA KITA HARUS
BERNIAT DALAM
SEMBAHYANG Karena : niat itu merupakan
kepala sembahyang. Hakekat niat letaknya pada
martabat alif dan ataupun kalbu
manusia didalam sembahyang
itu kita lapazkan didalam hati : Niat sbb : “ aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena
Allah semata-mata. ” Dalilnya : 1. LA SHALATAN ILLA BI
HUDURIL QALBI
Artinya : Tidak Sah
Shalat Nya Kalau Tidak
Hadir Hatinya (Qalbunya) 2. LAYASUL SHALAT ILLA
BIN MA ’ RIFATULLAH Artinya : Tidak Syah
Sholat Tanpa Mengenal
Allah 3. WAKALBUL MU ’ MININ BAITULLAH
Artinya : Jiwa Orang
Mu’ min Itu Rumahnya Allah 4. WANAHNU AKRABI MIN
HABIL WARIZ
Artinya : Aku (Allah)
Lebih Dekat Dari Urat
Nadi Lehermu 5. IN NAMAS SHALATU
TAMAS KUNU TAWADU ’ U Artinya : Hubungan
Antara Manusia Dengan
Tuhannya Adalah Cinta.
Cintailah Allah Yang
Karena Allah Engkau
Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R.
Tarmizi ) 6. AKI MIS SHALATA LI ZIKRI
Artinya : Dirikan Shalat
Untuk Mengingat Allah
(QS. Taha : 145) Sedangkan : 1. Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang 2. Tahayat ialah merupakan hati sembahyang 3. Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT 1. Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT 2. Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu : 1. Bulu 2. Kulit 3. Daging 4. Darah 5. Tulang 6. Lemak 7. Lendir 3. 7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka ’ bah. HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH : “ Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri
menyaksikan dirinya sendiri
dan Nabi Adam AS. Mengucap
kalimah Allahu Akbar. Peristiwa ini merupakan tajali
(perpindahan) diri rahasia Allah
sehingga dapat di tanggung oleh
manusia dengan 4 perkara
yaitu : 1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4.
Syahadat Perkataan Allah pada Allahu
Akbar mengandung magna atau
martabat zat sedangkan
perkataan “ Akbar ” pada Allahu Akbar mengandung magna atau
martabat : sifat. Jadi zat dan sifat itu tidak boleh
berpisah, zat dan sifat sama-
sama saling puji memuji DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT. Hakekat zakat dalam shalat
ialah : Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT. “ Iiya Kanak Budu Wa Iiya Kanasta ’ in” Hanya kepada Allah lah aku
menyembah dan hanya kepada
Allah lah aku mohon
pertolongan HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT : 1. Tidak Boleh Makan Dan Minum 2. Mata Berpuasa 3. Telinga Berpuasa 4. Kulit Berpuasa 5. Hati Berpuasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar